Cara dan Prosedur Mengajukan Proses KPR Rumah Bekas atau Baru

Cara dan Prosedur Mengajukan Proses KPR Rumah Bekas atau Baru – Memiliki rumah bagi kebanyakan keluarga tentu bukan perkara yang mudah diwujudkan. Di samping karena tidak mempunyai uang tunai, harga unit rumah setiap tahunnya pun mengalami kenaikan. Tak heran jika kredit pemilikan rumah (KPR) dijadikan sebagai solusi paling pas memiliki sebuah tempat tinggal. KPR sendiri bisa untuk rumah bekas ataupun unit rumah baru. Untuk itu cara dan prosedur mengajukan proses KPR rumah bekas atau baru berikut ini bisa dicermati :

Cara dan Prosedur Mengajukan Proses KPR Rumah Bekas atau Baru

– Ajukan sesudah deal
Permohonan KPR hendaknya dibuat sesudah tercapai deal harga dengan penjual. Lakukan survei lebih dulu sehingga tak lebih mahal dari harga pasaran. Selanjutnya persiapkan kelengkapan dokumen pengajuan KPR sehingga proses persetujuan kredit tak terkendala.

– Pemeriksaan Notaris
Begitu dokumen permohonan KPR diserahkan maka pihak bank akan menilai harga rumah kemudian menguasakan kepada notaris memeriksa keaslian dokumen rumah misalnya surat HM, IMB serta PBB. Bila dokumen rumah disangsikan, tentu notaris akan memberitahukan kepada bank jika rumah itu tak layak beli. Tentu saja pihak bank akan menolak permohonan pengajuan KPR tersebut. Bila dokumen rumah memang terbukti absah maka pihak selanjutnya akan menilai kelayakan pemohon mendapatkan kredit KPR. Pemohon akan diundang membuat akad kredit di hadapan notaris. Selanjutnya bank membayar rumah ke penjual dengan nominal menurut batas pinjaman yang disetujui yang biasanya sekitar 60 % sampai 80 % dari harga rumah. Sementara kekurangannya harus dibayarkan sendiri oleh pembeli ke penjual dalam bentuk uang muka atau down payment (DP).

– Penyiapan dana tambahan
Beberapa biaya harus disiapkan berkenaan proses pengajuan KPR ini yaitu : biaya transaksi, biaya notaris, biaya provisi bank, biaya asuransi kebakaran, dan biaya asuransi jiwa. Ada lagi biaya yang berhubungan dengan proses jual beli diantaranya adalah Biaya Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Keseluruhan biaya ekstra yang mesti dikeluarkan sekitar 5 % dari harga rumah.

– Surat Perjanjian pendukung
Agar posisi pembeli kuat dalam hukum mak hendaknya membuat juga semacam surat perjanjian dengan penjual menyangkut harga yang telah disepakati. Dengan begitu tak akan terjadi perubahan harga ketika pengosongan rumah atau karena sebab lain.

Sementara prosedur pengajuan KPR untuk rumah baru prosesnya akan lebih singkat sebab segala sesuatunya sudah ditangani oleh pihak pengembang (developer). Pembeli tinggal mempersiapkan saja berkas-berkas yang diperlukan.